PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) akan berlangsung lebih panjang dibandingkan musim kemarau pada periode tahun ini. 

Dengan prediksi itu, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton, menjelaskan bahwa prediksi ini berdasarkan analisis data klimatologi yang telah dilakukan secara mendalam. 

Menurutnya, pola curah hujan yang diamati menunjukkan tren yang konsisten dengan kondisi iklim regional yang sedang berkembang.

"Berdasarkan data normal klimatologi, durasi musim kemarau di Kalimantan Tengah relatif singkat," ujar Anton, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa, kondisi alamiah wilayah Kalimantan yang memiliki tutupan hutan luas juga berperan dalam memengaruhi pola musim. Periode kemarau cenderung tidak terlalu panjang dibandingkan daerah lain di Indonesia.

BMKG mengimbau berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat umum untuk meningkatkan siaga dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan yang lebih panjang. 

Beberapa langkah yang disarankan antara lain memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, membersihkan sungai dari sampah dan endapan sedimen, serta melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami longsor.

"Wilayah-wilayah yang menjadi fokus perhatian BMKG antara lain kawasan bantaran sungai seperti di sekitar Sungai Kahayan, Sungai Barito, dan daerah dataran rendah di berbagai kabupaten dan kota di Kalteng," imbaunya. 

Selain itu, kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan juga perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah terjadinya tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Anton menyampaikan bahwa BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkala dan menyebarkan informasi terkini melalui berbagai saluran komunikasi. 

Ia berharap dengan informasi yang akurat dan tepat waktu, seluruh pihak dapat mengambil langkah antisipatif yang efektif untuk meminimalkan risiko dampak buruk akibat musim hujan yang panjang. (MARINI/y)