BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya mencatat tren positif dalam jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Total kunjungan wisatawan ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah mencapai angka 644.270 orang, mengalami peningkatan sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 609.940 orang.
Peningkatan ini menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata lokal yang terus berusaha pulih dan berkembang setelah masa pandemi. Beberapa destinasi utama seperti taman kota, kawasan budaya Dayak, serta objek wisata alam di sekitar Palangka Raya menjadi daya tarik utama yang menarik minat pengunjung dari dalam dan luar daerah.
Meski secara akumulasi menunjukkan kenaikan yang signifikan, pihak Disparbudpora mengakui bahwa aktivitas pariwisata di Palangka Raya dinilai belum stabil.
"Fluktuasi jumlah kunjungan yang terjadi dari bulan ke bulan menjadi bukti bahwa sektor ini masih sangat terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal dan internal," ujar Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, Rabu, 14 Januari 2026.
Dia melanjutkan, faktor yang menyebabkan ketidakstabilan adalah pola kunjungan yang cenderung terkonsentrasi pada musim liburan dan hari besar nasional, serta keterbatasan sarana prasarana pendukung seperti akomodasi yang beragam dan transportasi yang mudah diakses ke beberapa destinasi wisata.
Selain itu, cuaca yang tidak menentu terutama pada musim hujan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan kunjungan pada beberapa periode.
"Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kurangnya program promosi dan pemasaran yang berkelanjutan untuk memperkenalkan destinasi wisata Palangka Raya ke pasar yang lebih luas. Meskipun beberapa upaya telah dilakukan, jangkauan dan intensitas promosi masih belum optimal untuk menarik kunjungan wisatawan secara merata sepanjang tahun," jelasnya.
Dia menambahkan, Disparbudpora akan terus melakukan evaluasi dan menyusun strategi baru untuk meningkatkan stabilitas sektor pariwisata. Rencana, pihaknya akan melakukan pengembangan paket wisata baru, peningkatan kualitas sarana prasarana, serta pembenahan program promosi yang lebih terstruktur. Tujuannya agar kunjungan wisatawan dapat meningkat secara konsisten dan berdampak positif bagi perekonomian lokal. (MARINI/Y)









