PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyatakan bahwa penataan kawasan waterfront city yang meliputi bantaran Sungai Kahayan hingga Pelabuhan Rambang merupakan langkah strategis yang selaras dengan arahan pembangunan dari tingkat nasional hingga lokal. 

"Konsep pembangunan yang mengedepankan prinsip berkelanjutan ini diharapkan dapat mengubah wajah kota Palangka Raya menjadi lebih maju, modern, dan menjadi ikon baru pariwisata serta ekonomi daerah," katanya, Rabu, 14 Januari 2026.

Apa yang menjadi landasan utama katanya dari penataan ini adalah keselarasan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

"Asta Cita yang mencakup pengembangan infrastruktur berkualitas, pemberdayaan ekonomi kreatif, penerapan ekonomi hijau, serta pelestarian budaya dan lingkungan alam menjadi acuan utama dalam merancang waterfront city,"jelasnya.

Selain itu, katanya arahan Presiden Jokowi mengenai pembangunan kota masa depan yang berorientasi pada konsep forest city dan smart city juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam perencanaan kawasan ini.

Selaras dengan arahan nasional, penataan waterfront city juga sejalan dengan Visi-Misi RPJMD Pemerintah Kota Palangka Raya 2025-2029 yang bertujuan menjadikan kota ini "semakin maju, modern, berkelanjutan dan lebih keren (kolaboratif, ekonomi maju, religius, energik, nyaman)". 

"Misi yang terkait dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi berwawasan lingkungan, pengembangan pariwisata, serta peningkatan kualitas infrastruktur ramah lingkungan menjadi pijakan konkret dalam pelaksanaan proyek ini," terangnya.

Fairid mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan waterfront city ini. Dengan dukungan masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai stakeholder, diharapkan kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata namun juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

"Dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menjadikan Palangka Raya sebagai contoh pembangunan kota berkelanjutan," pungkasnya. (MARINI/H)