SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gelora Kriya Dekranasda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbukti memberikan dampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya dalam meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperluas promosi produk kepada masyarakat.

"Kegiatan seperti ini memotivasi pelaku usaha untuk berani tampil. Gelora Kriya Dekranasda sangat membantu mendongkrak pendapatan sekaligus memperkenalkan produk kami ke masyarakat luas," kata Pemilik Gallery Ecoprint Hantingan Taslimah, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, produk ecoprint kain berbahan alami masih belum banyak dikenal masyarakat. Melalui ajang ini, banyak pengunjung yang baru pertama kali mengetahui dan tertarik dengan kain ecoprint.

"Selama Sampit Expo, pendapatan kami hampir Rp10 juta. Pembelinya beragam, dari pejabat hingga masyarakat umum. Ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengenalkan ecoprint," ujarnya.

Taslimah berharap Gelora Kriya Dekranasda dapat digelar secara rutin. Pasalnya, kegiatan ini merupakan agenda perdana yang secara khusus menampilkan produk ekonomi kreatif lokal di Sampit.

"Selama ini kami lebih sering ikut pameran di luar daerah, seperti Palangkaraya dan event nasional, termasuk MTQ Nasional. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin digelar di Kotim," tambahnya.

Pada Gelora Kriya Dekranasda Kotim perdana tersebut, Gallery Ecoprint Hantingan berhasil meraih juara stan terbaik.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Dekranasda Kotim Khairiah Halikinnor menyampaikan Gelora Kriya Dekranasda merupakan upaya strategis untuk menggali dan mengembangkan potensi kerajinan daerah.

"Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kotim mendorong para pengrajin agar mampu bersaing di pasaran, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produk," kata Khairiah.

Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berupaya mendukung UMKM dan ekonomi kreatif agar terus berkembang serta memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga regional hingga nasional.

Selain stan UMKM, Gelora Kriya Dekranasda Kotim juga diramaikan dengan berbagai lomba, seperti manjawet, ecoprint, dan mewarnai, guna menumbuhkan kreativitas serta kecintaan masyarakat terhadap produk kerajinan lokal. (DEWI PATMALASARI/R)