MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar rapat koordinasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Elpiji 3 Kg 

Rapat dipimpin Bupati Barito Utara H Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, serta dihadiri Sekda Muhlis, staf ahli bupati Heri Jhon Setiawan dan Drs H Ardian, Asisten II Bahrum F Girsang, Asisten III H Yaser Arapat, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Dewi Handayani, serta Kasatpol PP Drs Aprin S Dahan.

Dalam arahannya, Bupati Barito Utara, Shalahuddin menegaskan bahwa rapat ini digelar sebagai respons atas kondisi khusus tata kelola BBM dan LPG yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Dari berbagai laporan yang masuk, disinyalir terjadi antrean panjang, kelangkaan BBM, serta penjualan di atas harga ketentuan pemerintah. Oleh karena itu, kita berkumpul hari ini untuk mencari solusi secepat mungkin,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya langkah konkret dan koordinasi lintas sektor agar persoalan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg tidak terus berulang dan menjadi polemik di tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa kelangkaan BBM di daerah ini sudah sering terjadi dan menjadi perhatian publik, terutama di media sosial.

Dalam rapat tersebut bupati juga mengusulkan adanya pengaturan khusus bagi kendaraan dinas berpelat merah agar tidak menambah panjang antrean di SPBU.

“Kendaraan pelat merah perlu dijadwalkan khusus, misalnya pada jam tertentu sore atau malam hari. Pengaturan ini harus diumumkan secara terbuka agar dipahami oleh semua pihak,” tambahnya.

Bupati mengusulkan pembentukan grup koordinasi khusus penanganan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg guna memantau kondisi di lapangan secara harian.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan singkat dari Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kasatpol PP terkait kondisi lapangan dan langkah pengawasan yang telah dilakukan.(RAMADHANI/R)