BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong agar bantuan bagi pelaku UMKM diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa dan kecamatan.
"Harapan saya ketika musrenbang dari desa dan kecamatan didorong diusulkan UMKM untuk mendapat bantuan. Seharusnya mereka menjadi perhatian lurah, kepala desa, camat. Jadi mereka usulkan nanti kami dinas yang penyedia alatnya," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere, Rabu, 14 Januari 2026.
Johny mengakui, sejak dirinya menjabat di dinas tersebut, pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang cukup besar. Kondisi itu berdampak pada keterbatasan dukungan bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif yang seharusnya menjadi prioritas pembinaan.
"Seharusnya mereka yang kita dukung kurang mendapat perhatian. Semoga ke depan anggaran semakin longgar dan mereka semakin terbantu," ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi pelaku usaha kecil yang ditemuinya di Kecamatan Bukit Santuai. Seorang pengrajin perahu atau jukung masih menggunakan peralatan sederhana. Pengrajin itu memaku perahunya dengan paku biasa sehingga tidak tahan lama.
"Seharusnya perahu itu dipasang dengan sekrup menggunakan bor agar lebih kuat dan awet. Sebenarnya modal yang dibutuhkan tidak besar, sekitar Rp25 juta per pengrajin, untuk membeli bor listrik, ketam listrik, dan peralatan pendukung lainnya," tambahnya.
Menurutnya, bantuan peralatan yang tepat sasaran akan berdampak langsung pada kualitas produk, daya saing, serta peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
"Oleh karena itu, inilah yang harus kita dorong bersama. Usulan dari bawah melalui Musrenbang sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









