SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Rangkaian tiga kegiatan besar dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah sekaligus pelestarian budaya lokal.

Tiga agenda tersebut meliputi Sampit Expo 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, dan Festival Budaya Habaring Hurung yang digelar serentak 7-14 Januari 2026.

"Ketiga kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus sarana pelestarian budaya di Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim Rafiq Riswandi, Rabu, 14 Januari 2026.

Penyelenggaraan Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet, serta memperkenalkan produk dan karya kriya khas Kotim kepada masyarakat luas.

Ia mengapresiasi seluruh pelaku UMKM dan pengrajin yang telah menunjukkan produktivitas, inovasi, serta daya saing selama kegiatan berlangsung.

"Produktivitas dan inovasi yang ditunjukkan para pelaku UMKM menjadi modal penting untuk mewujudkan UMKM yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Kotim," ujarnya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN/BUMD, serta mitra pembangunan lainnya untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi, khususnya dalam pembinaan, pendampingan, dan perluasan akses pasar bagi UMKM serta pelestarian budaya daerah.

"Pembangunan daerah harus dilaksanakan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat, nilai-nilai budaya, dan kebersamaan sosial," tambahnya. 

Rafiq berharap ke depan kualitas penyelenggaraan Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan dan dijadikan agenda tahunan unggulan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotim.

"Melalui kegiatan ini, kita menegaskan komitmen bersama untuk membangun Kotim yang berdaya saing, berbudaya, dan sejahtera," pungkasnya.

Sebagai informasi, data Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, realisasi perputaran ekonomi selama kegiatan Sampit Expo sekitar Rp7-8 miliar. Total jumlah pengunjung sekitar 44.000 orang dengan rata-rata sekitar 5.500 orang/hari. Kemudian pendapatan daerah dari sewa lahan kegiatan, retribusi parkir, sewa tenda bazar,sewa daya listrik, dan lain-lain sebesar Rp65 juta. (DEWI PATMALASARI/j)