PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus mengintensifkan normalisasi drainase sebagai langkah antisipasi banjir di wilayah perkotaan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan saluran air berfungsi optimal, terutama di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya, Fahrial Anchar, mengatakan normalisasi drainase terbaru dilakukan di kawasan Pasar Rajawali serta di Jalan Cristopel Mihing. Di lokasi tersebut, saluran drainase sebelumnya tersumbat dan sebagian tertutup bangunan.

“Kami telah melakukan normalisasi drainase di kawasan Pasar Rajawali dan Jalan Cristopel Mihing yang mengalami penyumbatan serta terdapat bangunan di atas saluran,” ujar Fahrial Anchar di Palangka Raya, Kamis, 15 Januari 2026.

Menurutnya, penataan kawasan melalui normalisasi drainase bertujuan mengembalikan fungsi saluran air dan ruang milik jalan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penanganan ini mencakup badan jalan, bahu jalan, hingga saluran drainase yang harus ditata secara menyeluruh.

Fahrial menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan Pemkot Palangka Raya sebagai bentuk kerja kolaboratif lintas perangkat daerah. Kolaborasi diperlukan karena penanganan di lapangan melibatkan berbagai aspek dan kewenangan.

“Penanganan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah perangkat daerah dengan memaksimalkan sumber daya masing-masing, karena persoalan di lapangan memang membutuhkan penanganan bersama,” jelasnya.

Selain normalisasi drainase, penataan kawasan juga meliputi pemangkasan pohon serta penertiban kabel-kabel yang melintas di kawasan Pasar Rajawali. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengembalian fungsi ruang milik jalan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, Dinas PUPR Kota Palangka Raya akan terus fokus melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan genangan air dan banjir, sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya.

Di sisi lain, Fahrial mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

“Kolaborasi antara tim di lapangan dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah banjir. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.