BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kegiatan Napak Tilas Peringatan Pertempuran 14 Januari 1946 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan sejarah perjuangan rakyat Kotawaringin Barat khususnya di Kecamatan Kumai. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi sekaligus edukasi sejarah bagi generasi muda dan masyarakat umum.
Napak tilas dilaksanakan pada Senin 12 Januari 2026, sejak sore hingga malam hari. Ratusan peserta berjalan kaki menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari Istana Kuning Pangkalan Bun menuju Lapangan Senggora, Kecamatan Kumai, mengikuti rute simbolik perjuangan para pahlawan daerah.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, organisasi kepemudaan, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kebersamaan lintas generasi ini mencerminkan semangat persatuan dalam mengenang peristiwa heroik yang menjadi bagian penting sejarah daerah.
Meski menempuh jarak cukup panjang, antusiasme peserta tetap terjaga. Sepanjang perjalanan, yel-yel perjuangan dikumandangkan untuk membangkitkan semangat, sekaligus menambah kekompakan di antara peserta yang berjalan bersama hingga malam hari.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 3 Kumai menuturkan bahwa kegiatan napak tilas ini memberikan pengalaman yang berkesan. Menurutnya, kegiatan tersebut terasa asik dan seru karena dilakukan bersama-sama sambil mengumandangkan yel-yel di sepanjang rute.
“Kegiatan ini menumbuhkan jiwa korsa dan membuat kami lebih memahami perjuangan para pahlawan daerah yang dahulu mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.
Melalui napak tilas ini, peserta diajak merasakan secara langsung simbol perjuangan masa lalu, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi media pembelajaran sejarah yang relevan dan membumi bagi generasi penerus. (SITI AKOBAH/j)









