JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie memastikan dosen peneliti yang memenangkan hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan menerima insentif finansial secara langsung mulai tahun 2026.

Stella mengatakan kebijakan tersebut menjadi terobosan baru setelah selama beberapa tahun sebelumnya insentif tidak dapat disalurkan langsung kepada peneliti.

“Mulai tahun ini, dosen peneliti yang memenangkan hibah riset akan mendapatkan insentif finansial langsung kepada penelitinya,” ujar Stella di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia menjelaskan kebijakan itu merupakan hasil perjuangan kementerian untuk merevisi ketentuan lama yang membatasi pemberian insentif secara langsung. Menurut Stella, komitmen tersebut telah ia sampaikan sejak awal menjabat sebagai Wakil Menteri.

“Janji ini saya sampaikan dua bulan setelah mulai bertugas, tepatnya saat paparan di Institut Teknologi Bandung pada Desember 2024. Alhamdulillah, komitmen tersebut kini bisa direalisasikan,” ujarnya.

Stella menambahkan, realisasi kebijakan ini mulai berlaku pada 2026 setelah proses penyiapan regulasi rampung pada akhir 2025.

Selain insentif bagi peneliti, Stella juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan anggaran dana riset nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, anggaran riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meningkat hingga 218 persen dalam satu tahun terakhir.

“Peningkatannya sangat signifikan. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong riset dan inovasi nasional,” katanya.

Keterangan tersebut disampaikan Stella di sela kegiatan dialog Presiden Prabowo Subianto bersama sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari berbagai perguruan tinggi di Istana Kepresidenan RI.

Menurut Stella, pertemuan tersebut diisi dengan penyampaian arahan Presiden serta sesi dialog terbuka bersama para akademisi.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden yang ingin berdialog langsung dengan para akademisi, khususnya dalam membahas arah pembangunan pendidikan dan riset ke depan,” tutupnya.

ANTARA