PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Pauzi menjadi narasumber dalam kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Kegiatan ini merupakan pelatihan peningkatan kompetensi guru Raudatul Athfal (RA) Kota Palangka Raya dengan fokus pada pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Pelatihan tersebut dibiayai dari Dana Bantuan Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2025.

Acara diselenggarakan di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Palangka Raya dengan menghadirkan ratusan peserta guru RA dari berbagai wilayah kota.

Heri Pauzi dipercaya untuk menyampaikan materi terkait pentingnya mengintegrasikan aspek kesiapsiagaan dan keselamatan dalam pembelajaran kurikulum berbasis cinta.

"Materi ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada para guru tentang bagaimana cara menyematkan nilai-nilai cinta tanah air, cinta alam, dan cinta sesama dengan upaya pencegahan serta penanggulangan bencana," katanya, Kamis, 15 Januari 2026.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis cinta tidak hanya fokus pada aspek akademik dan nilai moral semata, tetapi juga perlu mencakup kemampuan untuk menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai ancaman bencana.

Para guru diajak untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan usia anak RA agar pesan keselamatan dapat tersampaikan dengan baik.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru RA dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru, sekaligus memperkuat peran pendidikan sebagai sarana untuk membentuk karakter anak-anak yang cinta tanah air dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Selain materi dari BPBD, pelatihan juga menyajikan berbagai topik lain yang mendukung pengembangan kapasitas guru.

Para peserta menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran narasumber dari BPBD, mengakui bahwa materi kesiapsiagaan sangat relevan dan bermanfaat untuk diterapkan di lingkungan pendidikan anak usia dini.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di seluruh RA Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/Y)