BORNEONEWS, Nanga Bulik - Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau, Ny. Norol Latifah Rizky Aditya Putra, S.H., menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan balita dan mencegah stunting memerlukan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tanggung jawab orang tua semata.
Menurut Norol, masa pertumbuhan balita adalah periode krusial yang akan menentukan kemajuan sumber daya manusia Kabupaten Lamandau di masa mendatang. Hal ini disampaikan saat ia menghadiri kegiatan pembinaan Posyandu baru baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Norol Latifah menekankan bahwa kombinasi antara pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang sesuai dengan tahapan perkembangan adalah kunci utama untuk memastikan anak tumbuh optimal tanpa hambatan.
"Saya mengajak para ibu dan keluarga untuk lebih cermat dalam memilih dan menyajikan makanan bergizi, terutama yang mengandung protein hewani, agar perkembangan fisik dan kecerdasan anak dapat berkembang sesuai dengan standar usianya," ucapnya pada Kamis, 15 Januari 2026 saat berbincang dengan awak media.
Tak hanya fokus pada gizi, istri Bupati Lamandau ini juga menggarisbawahi pentingnya kebersihan lingkungan dan sanitasi yang layak di tingkat rumah tangga. Menurutnya, lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi sarang penyakit yang mengganggu penyerapan nutrisi pada balita, sehingga berdampak negatif pada pertumbuhannya.
"Oleh karena itu, seluruh kader PKK diminta untuk giat mengedukasi masyarakat tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting," jelasnya.
TP PKK Kabupaten Lamandau juga terus melakukan sinergi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara teratur melalui aktivitas Posyandu. Ny. Norol Latifah mengimbau agar tidak ada orang tua yang melewatkan jadwal pemeriksaan bulanan anak mereka di Posyandu.
"Dengan pemantauan yang konsisten, setiap indikasi masalah kesehatan atau keterlambatan pertumbuhan dapat segera dikenali dan mendapatkan penanganan yang tepat waktu," ungkapnya dengan harapan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TP PKK berperan sebagai penggerak utama dalam gerakan penurunan angka stunting di daerahnya, bukan hanya sebagai pendamping saja.
"Melalui program-program kerja yang terpadu dan terarah, kami berupaya untuk memberdayakan keluarga agar mampu mengelola kesehatan dan ekonomi rumah tangga, sehingga kebutuhan dasar anak-anak dapat terpenuhi dengan baik," bebernya.
Sebagai penutup, Ny. Norol Latifah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergandeng tangan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat. Ia meyakini bahwa dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, lembaga terkait, dan keluarga, generasi muda Lamandau akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing di kancah yang lebih luas. (NATALIA KRISTIN/y)









