SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 2 Sampit dan SMA Negeri 4 Sampit, Kamis, 15 Januari 2026. Bukan hanya pelajaran di ruang kelas, ratusan pelajar tampak antusias menyimak paparan tentang peluang masa depan sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Melalui kegiatan sosialisasi kampanye kreatif penerimaan calon Prajurit TNI AD Tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 1015/Sampit turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mendekatkan informasi rekrutmen kepada generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kegiatan ini bertujuan membangkitkan minat dan motivasi pelajar agar berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.

"Kegiatan sosialisasi penerimaan prajurit TNI AD ini kami laksanakan di SMK Negeri 2 Sampit dan SMA Negeri 4 Sampit dengan harapan dapat membangkitkan minat pelajar untuk menjadi anggota TNI AD," ujar Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim 1015/Sampit, Kapten Inf Margus.

Dalam pemaparannya, Kapten Margus menjelaskan secara rinci tahapan, syarat, serta jalur pendaftaran untuk menjadi prajurit TNI AD. Para pelajar diberikan gambaran jelas bahwa proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring maupun langsung mendatangi Kodim 1015/Sampit.

"Jika adik-adik pelajar ingin mendaftarkan diri, jangan sungkan. Bisa melalui pendaftaran online atau datang langsung ke Kodim 1015/Sampit. Nanti akan kami pandu sesuai prosedur," tambahnya.

Tak hanya soal teknis pendaftaran, sosialisasi ini juga menjadi ruang dialog interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya, mulai dari persyaratan fisik, pendidikan, hingga tahapan seleksi yang harus dilalui.

Sementara itu, Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menegaskan, seluruh proses seleksi penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan secara transparan dan tidak dipungut biaya apa pun.

"Mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga calon dinyatakan lulus dan siap mengikuti pendidikan, semuanya gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun," kata Letkol Dwi Candra. 

Ia menambahkan, seleksi dilakukan secara terbuka dan adil untuk menjaring calon prajurit yang benar-benar memenuhi standar kesehatan jasmani, rohani, serta mental ideologi yang telah ditetapkan TNI AD.

"Seleksi ini fair dan profesional. Tujuannya agar TNI Angkatan Darat mendapatkan prajurit yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara," tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, Kodim 1015/Sampit berharap generasi muda Kotim tidak hanya memiliki mimpi, tetapi juga berani untuk mewujudkannya. Menjadi prajurit TNI bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian untuk tanah air. (DEWI PATMALASARI/H)