BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat, menggelar kegiatan bhakti sosial dan gotong royong membersihkan saluran drainase yang mampet dan berpotensi menyebabkan banjir.
Kegiatan yang dipusatkan di beberapa titik di antaranya di jalan Gerilya, Jalan Abdul Azis dan sekitaran Jalan Marundau, Kelurahan Kumai Hulu ini mengerahkan ratusan simpatisan yang membaur bersama warga dan dua mesin genset untuk menyemprot gorong-gorong yang mampet
Bahkan kegiatan gotong royong di lokasi banjir beberapa waktu lalu itu tetap dilanjutkan walaupun hujan deras mengguyur kota Pangkalan Bun. Nampak dalam kegiatan tersebut selain calon wakil bupati Ahmadi Riansyah juga beberapa ketua partai pengusung.
Menurut Calon Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah, kegiatan bhakti sosial dan gotong royong merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang harus terus ditumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Gotong royong yang merupakan jiwa dan kepribadian yang hidup dan terus berkembang hingga saat ini juga sebagai bentuk dan wadah masyarakat merajut silaturahmi yang bertujuan membangun kepekaan sosial dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan.
"Gotong royong adalah kepribadian bangsa yang hidup sejak dulu dan berkembang hingga saat ini, kegiatan gotong royong membersihkan drainase dan gorong-gorong dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan," kata Ahmadi Riansyah di lokasi gotong royong, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (8/12/2016).
Ia juga mengatakan, sebagai penerima anugerah Adipura maka budaya gotong royong harus terus digalakkan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan peduli terhadap lingkungannya.
Lanjut dia, ketika seluruh elemen masyarakat terlibat dalam kegiatan lingkungan maka Adipura yang diraih atas dasar giat dan semangat serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Adipura dapat kita raih merupakan wujud semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan," tegas Ahmadi.
Ia berkeinginan kegiatan bakti sosial dan gotong royong akan dijadikan sebagai bentuk evaluasi langsung terhadap kondisi drainase dan kondisi lingkungan. Selain itu, budaya gotong royong juga dapat menumbuhkan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemimpinnya untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Kegiatan bakti sosial dan gotong royong di Kelurahan Kumai Hulu yang dijadwalkan selama dua hari itu dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi pasangan Nurani yang di hadiri calon bupati dan wakil bupati pada malam harinya dengan melakukan blusukan di pemukiman warga agar aspirasi dapat terserap maksimal. (KOKO SULISTYO/m)








