PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengungkapkan bahwa Bank Indonesia menetapkan target ambisius untuk sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026. 

Target tersebut mencakup pencapaian 17 miliar transaksi, perluasan penggunaan QRIS antarnegara hingga delapan negara, serta penetrasi ke 45 juta merchant dan 60 juta pengguna.

Yuliansah menjelaskan target yang disebut sebagai strategi "17-8-45" mengambil inspirasi dari hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang melambangkan tema kemandirian dalam pengembangan sistem pembayaran digital nasional. 

Target ini diangkat setelah kinerja QRIS 2025 menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan jumlah pengguna mencapai 59 juta (melampaui target awal), volume transaksi 13,66 miliar (lebih dari dua kali lipat target), dan merchant yang terdaftar sebanyak 42 juta, di mana sekitar 90 persen merupakan UMKM.

"Perluasan QRIS antarnegara akan menjangkau negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, Singapura, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi,"katanya, Kamis, 15 Januari 2026. 

Saat ini QRIS telah dapat digunakan di lima negara pertama, sementara uji coba untuk Korea Selatan telah dimulai pada Oktober 2025 dengan target beroperasi penuh pada 2026.

Selain itu, BI juga sedang mengeksplorasi kerja sama dengan Uni Emirat Arab untuk memperluas jangkauan lebih lanjut.

Selain fokus pada ekspansi, BI juga terus mengembangkan fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Fitur QRIS Tap In-Tap Out berbasis NFC yang diluncurkan pada Oktober 2025 telah mencatatkan pertumbuhan transaksi hingga 508.000 dengan kenaikan bulanan sekitar 1.200%, dan saat ini telah diimplementasikan di 14 provinsi. Rencananya, fitur ini akan diperluas kompatibilitasnya dari perangkat Android ke iOS.

"QRIS sebagai standar pembayaran nasional terintegrasi dapat digunakan melalui berbagai aplikasi perbankan seperti BCA, Mandiri, BNI, BRI, serta dompet digital populer seperti OVO, Dana, dan ShopeePay. Sistem ini memungkinkan transaksi yang lancar antar aplikasi yang berbeda, sekaligus mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional," jelasnya.

Yuliansah menambahkan bahwa perkembangan QRIS tidak hanya menjadi kebanggaan dalam skala domestik, tetapi juga telah diakui secara internasional sebagai contoh sukses dalam promosi inklusi keuangan digital. 

Diharapkannya dengan pencapaian target tahun ini, QRIS akan semakin mengakar sebagai fondasi utama pembayaran digital yang mendukung kemudahan konsumen dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (MARINI/R)