SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Proses perbaikan jalan di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus dipercepat. Sejak hari pertama pekerjaan dimulai, tim di lapangan langsung memprioritaskan lokasi-lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah yang selama ini kerap memicu kemacetan hingga risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Anggota DPRD Kotim Andi Lala menyampaikan, alat berat diturunkan untuk meratakan badan jalan, sementara pasokan material timbunan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan struktur jalan kembali kokoh dan stabil.

"Kami tidak menunggu lama. Begitu pekerjaan dimulai, langsung kita percepat. Harapannya jalan ini segera kembali aman dan nyaman untuk masyarakat," kata Andi Lala, Jumat, 16 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, hingga hari ketiga pengerjaan, progres perbaikan telah mencapai kurang lebih 80 persen. Sedikitnya 17 titik kerusakan ditangani secara bertahap, meliputi ruas jalan yang berada di bawah kewenangan kabupaten maupun provinsi. Penanganan diawali dari jalur atas yang mengalami kerusakan paling berat, sebelum selanjutnya dilanjutkan ke jalur bawah.

Cepatnya progres perbaikan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Sejumlah perusahaan perkebunan di sekitar wilayah Mentaya Hulu turut ambil bagian dengan menyediakan material timbunan, alat berat, armada angkutan, serta tenaga kerja. Dukungan juga datang dari pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat setempat.

"Semua bergerak bersama. Ada yang menyumbang material, ada yang menurunkan alat dan kendaraan. Semangat gotong royong inilah yang membuat pekerjaan bisa berjalan cepat," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Tak hanya Andi Lala, anggota DPRD Kotim lainnya seperti Hendra Sia dan Muhammad Abadi juga aktif melakukan pemantauan langsung di lapangan. Kehadiran mereka bertujuan memastikan perbaikan berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar solusi sementara.

Menurut Andi Lala, rusaknya jalan Mentaya Hulu memberikan dampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ruas jalan tersebut merupakan jalur utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus akses penting menuju sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kalau jalan ini tidak layak, aktivitas warga pasti terganggu. Karena itu kami kawal betul agar pengerjaan ini tuntas dan manfaatnya bisa segera dirasakan," tambahnya.

Ia menambahkan, setelah penanganan darurat selesai, DPRD Kotim akan mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan jangka panjang agar persoalan jalan rusak di Mentaya Hulu tidak terus berulang, terutama saat musim hujan. (DEWI PATMALASARI/y)