JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap pembentukan pemerintahan teknoratik Palestina yang akan memimpin Jalur Gaza pada masa transisi pascakonflik.

Dukungan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis, 16 Januari 2026. Ia menyebut pemerintahan teknoratik itu dijalankan oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru dibentuk.

“Sebagai Ketua Dewan Perdamaian, saya mendukung Pemerintahan Teknoratik Palestina yang baru ditunjuk, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, untuk memerintah Gaza selama masa transisi,” tulis Trump.

Menurut Trump, para pemimpin Palestina yang tergabung dalam komite tersebut memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan masa depan yang damai bagi wilayah Gaza.

Selain itu, Trump juga mengonfirmasi bahwa rencana perdamaian Gaza telah memasuki tahap lanjutan setelah fase gencatan senjata. Ia optimistis proses transisi dapat berjalan dengan dukungan sejumlah negara kawasan.

Trump menyebut Mesir, Turki, dan Qatar memiliki peran penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan komprehensif, termasuk rencana pelucutan senjata penuh terhadap kelompok Hamas.

“Dengan dukungan Mesir, Turki, dan Qatar, kami akan mengamankan kesepakatan demiliterisasi menyeluruh dengan Hamas, termasuk penyerahan seluruh persenjataan dan pembongkaran jaringan terowongan,” ujarnya.

Ia menegaskan Hamas harus segera memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati, termasuk pemulangan jenazah terakhir ke Israel serta melangkah menuju demiliterisasi total.

“Saya sudah sampaikan sebelumnya, ini bisa dilakukan dengan cara mudah atau dengan cara sulit,” kata Trump.

Sebelumnya, pada Rabu, 14 Januari 2026, utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, mengumumkan dimulainya fase kedua rencana perdamaian Gaza. Tahap ini mencakup pembentukan pemerintahan teknoratik transisi, pelucutan senjata Hamas, serta peralihan dari gencatan senjata menuju proses rekonstruksi wilayah Gaza.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Mesir, Qatar, dan Turki dalam pernyataan bersama mengonfirmasi pembentukan komite teknoratik Palestina tersebut, dengan Ali Shaath ditunjuk sebagai ketua.

ANTARA