BORNEONEWS, Trenton – Pemerintah Kanada dan China menyepakati penguatan kerja sama di sektor energi setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang mencakup minyak, gas, dan energi bersih.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China pada Kamis, 15 Januari 2026. Lawatan ini menjadi kunjungan perdana kepala pemerintahan Kanada ke Negeri Tirai Bambu dalam delapan tahun terakhir.
Penandatanganan MoU ini menandai langkah Ottawa untuk memperluas kemitraan strategis global sekaligus mengurangi ketergantungan perdagangan terhadap Amerika Serikat sebagai mitra utama.
Meski demikian, nota kesepahaman tersebut tidak serta-merta mewajibkan China membeli tambahan minyak atau gas dari Kanada. MoU lebih membuka ruang dialog lanjutan terkait kerja sama minyak bumi, gas alam cair (LNG), gas petroleum, serta sektor energi bersih.
Menteri Sumber Daya Alam Kanada Tim Hodgson mengatakan pihak China menyampaikan ketertarikan yang cukup besar terhadap berbagai produk asal Kanada.
“Mereka secara jelas menyampaikan keinginan untuk mendapatkan lebih banyak produk dari Kanada,” ujar Hodgson kepada wartawan, didampingi delegasi menteri kabinet senior.
Selain sektor energi, kedua negara juga menyepakati perluasan kerja sama lain, termasuk ekspor makanan hewan peliharaan asal Kanada serta peningkatan kolaborasi di bidang pariwisata.
Perdana Menteri Mark Carney menyebut Kanada dan China tengah membangun fondasi menuju kemitraan strategis baru di tengah perubahan tatanan global.
“Kita perlu bersiap menghadapi tatanan dunia yang baru dengan membangun hubungan yang lebih kuat dan saling menguntungkan,” kata Carney.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand turut mengangkat isu tarif yang diberlakukan China terhadap sejumlah komoditas Kanada, seperti daging babi, kanola, dan produk makanan laut. Ia menyebut pembahasan dengan otoritas China berlangsung konstruktif.
Tarif tersebut sebelumnya diterapkan Beijing sebagai respons atas kebijakan Ottawa yang mengenakan bea masuk terhadap kendaraan listrik, baja, dan aluminium asal China.
Sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang, Carney menegaskan pemerintahannya menargetkan peningkatan ekspor ke negara-negara non-Amerika Serikat hingga dua kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan.
Sumber: Anadolu/ANTARA









