PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, telah meminta pihak keamanan termasuk Polisi Kota Palangkaraya dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan patroli secara gencar guna mengatasi kasus balapan liar yang mulai meningkat di beberapa kawasan kota. 

Menurutnya, aktivitas balapan liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan yang harus diisi dengan kedamaian.

"Kegiatan ini sering dilakukan pada malam hari, mengganggu ketenangan warga yang sedang beristirahat dan bahkan bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal," jelasnya, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurutnya, langkah penindakan tidak hanya sebatas mengusir atau menangkap pelaku, tetapi juga perlu dilakukan pendekatan edukatif. 

Pihak keamanan diharapkan dapat bekerja sama dengan komunitas otomotif untuk memberikan pemahaman tentang bahaya balapan liar serta alternatif tempat yang aman untuk melakukan aktivitas balap seperti sirkuit resmi. 

Selain itu, penguatan pengawasan pada lokasi-lokasi rawan juga perlu dilakukan secara berkala.

Subandi juga menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak untuk menangani masalah ini. 

Selain pihak keamanan, pemerintah kota juga perlu melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan raya yang berpotensi menjadi lokasi balapan liar, seperti menambah penerangan jalan atau memasang rambu larangan yang jelas. 

"Bantuan dari masyarakat dalam melaporkan aktivitas balapan liar juga sangat diharapkan untuk mempercepat penindakan," harapnya.

Subandi berharap dengan langkah-langkah yang komprehensif ini, kasus balapan liar di Palangkaraya dapat ditekan bahkan dihilangkan menjelang bulan Ramadan.

"Kita perlu menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan khusyuk. Penindakan tegas terhadap balapan liar adalah bentuk komitmen kita untuk melindungi keselamatan dan ketertiban umum," pungkasnya. (MARINI/H)