KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Maraknya upaya penipuan jual beli sepeda motor di marketplace tentunya meresahkan masyarakat. Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi dan menyasar calon pembeli yang awam dan rentan tergiur harga murah serta kondisi kendaraan yang tampak mulus. Fenomena ini semakin sering ditemui, khususnya pada lapak penjualan motor di media sosial.

Teguh, warga Kabupaten Kapuas yang kerap melakukan jual beli motor melalui marketplace, mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar motor yang terpajang di Facebook Marketplace terindikasi merupakan penipuan. Ia menyebut, dari pengamatannya, hanya sedikit penjual yang benar-benar dapat dipercaya dan bersedia melakukan transaksi secara langsung.

“Kalau saya perhatikan, hampir sebagian besar motor di Facebook Marketplace itu penipuan. Terutama yang fotonya terlalu rapi dan harganya jauh di bawah pasaran,” ujar Teguh, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurut Teguh, jenis kendaraan yang paling sering digunakan pelaku untuk menarik perhatian adalah motor Honda matic keluaran baru. Model seperti Beat, Scoopy, hingga Vario kerap dipajang dalam kondisi sangat mulus, seolah baru keluar dari dealer, namun tanpa plat nomor.

Selain itu, pelaku hampir selalu mengaku bahwa barang berada di luar kota dan menawarkan bantuan pengiriman ke alamat pembeli. Narasi atau kata-kata yang digunakan pun relatif sama antara satu unggahan dengan unggahan lainnya, sehingga dapat dikenali jika dicermati lebih teliti.

“Ciri lainnya, surat-surat motor biasanya palsu. Plat nomor kabupaten tidak sesuai dengan alamat kota di STNK. Ini sering terjadi dan jadi tanda kuat penipuan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming COD yang pada praktiknya justru dimanfaatkan untuk meminta uang muka atau biaya kirim terlebih dahulu. Teguh berharap masyarakat lebih waspada, teliti sebelum bertransaksi, serta tidak ragu melaporkan akun mencurigakan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan. (SABRIANOOR/H)