PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Debora Veronika Lesa, menyatakan bahwa era digital telah membawa dampak sosial yang signifikan terhadap gaya hidup anak muda di kota ini. 

Ia menekankan bahwa meskipun teknologi memberikan banyak kemudahan dan peluang, juga terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, dan inovasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaatnya demi kemajuan Palangkaraya.

Debora menjelaskan bahwa gaya hidup anak muda kini sangat terpengaruh oleh perkembangan digital. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi sumber inspirasi serta sarana interaksi utama, namun juga dapat menciptakan tekanan sosial akibat standar kesempurnaan yang tidak realistis, fenomena fear of missing out (FOMO), dan bahkan risiko konten yang tidak sesuai usia. 

Selain itu, pola interaksi yang bergeser ke dunia maya dapat mengurangi kualitas hubungan tatap muka dan kemampuan empati, sementara ketergantungan pada gadget berpotensi menyebabkan masalah kesehatan mental dan menurunnya aktivitas fisik.

Di sisi lain, ia juga melihat potensi positif dari era digital. Anak muda dapat dengan mudah mengakses informasi pendidikan, mengembangkan kreativitas melalui berbagai platform, dan bahkan membangun komunitas berdasarkan minat bersama.

"Teknologi bukanlah musuh, tetapi alat yang perlu digunakan dengan bijak," ujar Debora, Jumat, 16 Januari 2026, 

Untuk itu, Debora mendorong agar berbagai pihak bekerja sama untuk berinovasi guna mengantisipasi dampak negatif dan mengoptimalkan potensi era digital bagi kemajuan kota.

"Salah satunya mendirikan pusat kreatif atau wadah kolaborasi yang memungkinkan anak muda untuk mengembangkan ide-ide inovatif di bidang teknologi, seni, dan ekonomi kreatif, sehingga mereka dapat berkontribusi langsung pada kemajuan kota," bebernya.

Debora berharap dengan inovasi yang tepat, era digital dapat menjadi pendorong positif bagi perkembangan anak muda dan kemajuan Palangkaraya secara keseluruhan. 

"Anak muda adalah aset utama daerah. Kita harus memastikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dan dapat mengubah potensi digital menjadi kekuatan untuk membangun kota yang lebih baik," pungkasnya. (MARINI/H)