BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan Sampit Expo 2026 memiliki pencapaian sangat memuaskan, yakni perputaran uang menembus angka Rp7-8 miliar selama sepekan pelaksanaan.
“Kami mencatat peningkatan jumlah peserta dan pengunjung expo tahun ini, dengan total transaksi ekonomi mencapai target sekitar 7-8 miliar rupiah, yang mana ini sesuai dengan target kami di awal,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere di Sampit, Jumat.
Johny menjelaskan capaian ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha, UMKM dan mitra dagang lainnya. Sampit Expo berlangsung 7-14 Januari.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga ruang kolaborasi, inovasi dan pertukaran ide pelaku ekonomi tinggi.
Menurutnya, antusiasme peserta dan pengunjung pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya.
“Hal ini berperan penting dalam mendongkrak perputaran uang sekaligus menciptakan peluang kerjasama yang strategis baik secara lokal maupun nasional sehingga meningkatkan potensi voting di mata para pelaku usaha,” jelasnya.
Johny merincikan selama kegiatan berlangsung sejak 7 hingga 14 Januari 2026, total kunjungan mencapai 44.000 orang. Dengan rata-rata 5.500 pengunjung setiap harinya yang memadati area pameran untuk berbelanja maupun menikmati hiburan.
Acara ini menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp65 juta yang berasal dari retribusi parkir, sewa lahan, sewa tenda bazar, hingga penggunaan daya listrik oleh para peserta pameran.
Dalam rangkaian expo, pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog Kotim juga menggelar operasi pasar murah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Sebanyak 1.000 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng dan susu kental manis telah disalurkan kepada masyarakat melalui sinergi Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Bulog,” sebutnya.
Selain itu, kemeriahan juga terlihat pada Festival Budaya Habaring Hurung yang menggelar 17 atraksi kesenian serta berbagai lomba kerajinan tangan di gedung indoor.
Lalu, Pameran Gelora Kriya Dekranasda turut mewarnai acara dengan berbagai kompetisi kreatif seperti lomba menjawet, ecoprint, hingga lomba mewarnai.
“Kami berharap kualitas penyelenggaraan Sampit Expo terus ditingkatkan setiap tahun agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian Johny.
ANTARA









