JEDDAH –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Mukarramah mendorong agar upaya implementasi sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless) di kota ini berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan hak konsumen dan menjamin keadilan bagi semua kelompok masyarakat. 

Menurutnya, transformasi ke sistem digital pembayaran harus memberikan manfaat yang merata dan tidak meninggalkan sebagian warga.

Mukarramah menjelaskan bahwa perkembangan sistem cashless di Palangkaraya telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama di sektor perdagangan dan jasa. 

Namun beberapa tantangan masih muncul seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara penggunaan, risiko keamanan transaksi digital, serta kemungkinan adanya praktik yang tidak adil yang merugikan konsumen.

 "Kita tidak bisa hanya fokus pada kecepatan dan kemudahan transaksi, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap konsumen terlindungi dan mendapatkan perlakuan yang sama," ujarnya, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurutnya beberapa langkah penting perlu dilakukan untuk menyelaraskan implementasi cashless dengan perlindungan konsumen. 

Pertama, memberikan pendidikan dan pelatihan yang luas kepada masyarakat, terutama kelompok lansia dan masyarakat di wilayah pelosok, agar dapat menggunakan sistem pembayaran digital dengan aman dan benar. 

Kedua, membentuk mekanisme pengawasan dan penyelesaian sengketa yang mudah diakses bagi konsumen yang mengalami masalah dalam transaksi cashless.

Mukarramah juga menekankan pentingnya menjamin keadilan bagi semua kelompok, terutama mereka yang belum mampu mengakses teknologi digital. 

Ia mengusulkan agar pemerintah kota tetap menyediakan opsi pembayaran tunai di semua layanan publik dan mendorong pedagang untuk tidak memberlakukan kebijakan yang memaksa penggunaan sistem cashless semata.

Selain itu, perlu ada kebijakan yang mengatur biaya transaksi digital agar tidak memberatkan masyarakat.

Mukarramah berharap implementasi cashless di Palangkaraya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan transformasi digital yang inklusif dan adil. 

"Sistem cashless yang baik adalah yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, memberikan kemudahan sekaligus menjaga hak dan keamanan setiap pengguna," pungkasnya. (MARINI/R)