BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari menyatakan bahwa rusa kini telah menjadi atraksi wisata utama yang menarik perhatian pengunjung baik dari dalam maupun luar kota di beberapa titik di Palangkaraya.
Beberapa lokasi seperti Kawasan Konservasi Nyaru Menteng (Tumbang Tahai) dengan pemandangan rusa yang hidup di hutan gambut alami, serta Taman Pasuk Kameloh yang berada di pusat kota, telah menjadi destinasi populer untuk menyaksikan keindahan hewan ini.
Rana menjelaskan bahwa keberadaan rusa di kawasan konservasi dan taman kota memberikan nilai tambah bagi pariwisata Palangka Raya.
Di Kawasan Konservasi Nyaru Menteng, pengunjung dapat menikmati pengalaman unik melihat rusa yang hidup secara alami di ekosistem hutan gambut, yang juga menjadi bagian dari upaya pelestarian alam daerah Kalimantan Tengah.
Sementara itu, di Taman Pasuk Kameloh, rusa menjadi daya tarik khusus bagi keluarga dengan anak-anak untuk mengenal satwa lokal tanpa harus pergi jauh ke kawasan hutan.
Menurut Rana, popularitas rusa sebagai atraksi wisata harus diimbangi dengan upaya perlindungan habitat yang serius.
Ia menekankan bahwa kelangsungan hidup rusa tidak hanya bergantung pada kondisi lingkungan alamiah mereka, tetapi juga pada bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat menjaga ekosistem yang menjadi tempat tinggal mereka.
"Jika habitatnya tidak terlindungi dengan baik, maka keberadaan rusa sebagai atraksi wisata juga akan terancam. Kita tidak bisa hanya memanfaatkan mereka untuk kepentingan pariwisata tanpa memberikan perlindungan yang layak," ujarnya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Rana Muthia menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi dalam melindungi habitat rusa, seperti kerusakan ekosistem hutan gambut akibat pembukaan lahan yang tidak terkendali, polusi, serta gangguan aktivitas manusia yang terlalu dekat dengan kawasan hidup rusa.
Di kawasan konservasi, ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan ekosistem agar sumber makanan dan tempat tinggal rusa tetap terjaga. Sedangkan di taman kota, perlu dibuat peraturan yang jelas untuk menghindari gangguan terhadap hewan tersebut.
Rana mengajak pemerintah setempat bekerja sama dengan pihak konservasi, akademisi, dan masyarakat untuk menjalankan program perlindungan habitat rusa.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan membangun zona perlindungan khusus, melakukan pemantauan populasi rusa secara berkala, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelangsungan hidup satwa lokal ini.
"Kita juga bisa mengembangkan program wisata yang bertanggung jawab, di mana pengunjung dapat menikmati keberadaan rusa sambil tetap menghormati batasan habitat mereka," jelasnya.
Rana Muthia berharap bahwa dengan upaya perlindungan habitat yang optimal, rusa dapat terus hidup dengan baik dan menjadi atraksi wisata yang berkelanjutan bagi Palangka Raya.
"Rusa bukan hanya bagian dari kekayaan alam kita, tetapi juga aset penting bagi perkembangan pariwisata kota. Mari kita jaga habitat mereka dengan sebaik-baiknya agar keberadaan mereka dapat dinikmati oleh generasi mendatang," pungkasnya. (MARINI/R)









