BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca dan gelombang laut yang diperkirakan meningkat di Perairan Teluk Sampit dan sekitarnya mulai Sabtu, 17 Januari 2026 hingga Senin, 19 Januari 2026. Peringatan ini ditujukan untuk keselamatan nelayan dan pelaku pelayaran di wilayah tersebut.
Dalam rilis resmi BMKG, cuaca di Perairan Teluk Sampit pada Sabtu, 17 Januari 026 didominasi oleh keadaan berawan dengan suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius serta kelembapan tinggi mencapai 79 hingga 86 persen.
Kecepatan angin bertiup dari arah barat laut dengan kisaran 9 sampai 13 knot, sementara potensi hembusan angin kencang sesaat atau gust mencapai 23 knot. Meski tinggi gelombang masih tergolong rendah pada 0,5 hingga 1,25 meter, BMKG mengimbau agar tetap waspada.
Memasuki Minggu (18/1), hujan ringan diperkirakan terjadi pada dini hari hingga pagi, dengan suhu sedikit menurun menjadi 25 hingga 29 derajat Celsius serta kelembapan rata-rata 78 persen.
“Kecepatan angin meningkat menjadi 13 sampai 16 knot, dengan potensi gust hingga 26 knot,” jelas BMKG.
Arus laut bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan antara 44 hingga 90 sentimeter per detik, sementara tinggi gelombang tetap pada rentang 0,5 hingga 1,25 meter.
Pada Senin, 19 Januari 2026, cuaca kembali berawan, namun tinggi gelombang meningkat ke kategori sedang, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter.
BMKG mencatat angin bertiup stabil di kisaran 13 hingga 16 knot dengan potensi hembusan maksimum mencapai 28 knot. Arus laut bergerak ke arah timur dengan kecepatan 37 hingga 84 sentimeter per detik.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di wilayah Perairan Kuala Pembuang, Perairan Teluk Sampit, dan Perairan Kuala Kapuas yang berisiko membahayakan keselamatan pelayaran.
Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta mewaspadai kondisi saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang dianjurkan waspada ketika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.
Berdasarkan analisis sinoptik, BMKG menginformasikan adanya daerah belokan angin di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, dimana angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan maksimal mencapai 24 knot.
Kondisi itu berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang, terutama pada sore hingga malam hari di sekitar wilayah perairan.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran guna menghindari risiko yang mungkin terjadi. (DEVIANA/j)









