SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 19 Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi banjir pesisir akibat pasang maksimum air laut.

“Dengan adanya peringatan dini ini, kami mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum, serta rutin memantau perkembangan informasi cuaca maritim dari BMKG,” ujarnya di Sampit sebagaimana rilis diterima pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menjelaskan, BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob seiring fenomena fase Bulan Baru yang diperkirakan terjadi pada 19 Januari 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut di wilayah pesisir.

Sejumlah kecamatan yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut yang berbatasan langsung dengan laut. Selain itu, wilayah sekitar seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara juga dinilai berpotensi terdampak.

Menurut Multazam, banjir rob dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman warga, hingga sektor perikanan dan tambak.

Ancaman banjir rob ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat kejadian serupa pernah melanda Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Berdasarkan catatan BPBD, pada Senin, 23 Mei 2022, banjir rob menerjang Desa Ujung Pandaran dan menyebabkan enam rumah nelayan di Dusun Kalap rusak berat akibat terjangan air laut.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi BPBD Kotim melalui nomor 0851-4753-637 via WhatsApp,” pungkasnya.