BORNEONEWS, Palangka Raya – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan lembaga pemasyarakatan di Kalimantan Tengah dinilai berperan strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja dan etos kerja produktif sebagai bekal reintegrasi sosial.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama masa pidana, tetapi juga disiapkan sebagai modal hidup warga binaan setelah bebas, Sabtu, 17 Januari 2026.
“Program pembinaan kemandirian ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, serta kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat,” ujar I Putu Murdiana.
Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan melalui berbagai kegiatan produktif seperti pertanian, perikanan, serta usaha keterampilan lainnya yang dijalankan langsung oleh warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, mereka dilatih mengelola sumber daya, memahami proses produksi, hingga menghasilkan nilai ekonomi.
Menurutnya, keterampilan teknis yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan kemandirian menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi setelah menjalani masa pidana.
Selain keterampilan, program ini juga membentuk karakter dan etos kerja. Proses kerja yang berkelanjutan, mulai dari persiapan, perawatan, hingga panen atau pengelolaan usaha, melatih kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan serta hasil yang dicapai.
Pembinaan tanggung jawab juga diterapkan melalui sistem kerja kelompok. Warga binaan dilibatkan dalam pembagian tugas dan pengelolaan kegiatan bersama, sehingga mereka belajar bertanggung jawab tidak hanya pada pekerjaan pribadi, tetapi juga terhadap rekan kerja dan lingkungan sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, I Putu Murdiana berharap warga binaan memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan pola pikir produktif saat kembali ke masyarakat, sehingga mampu beradaptasi dan berkontribusi secara positif sebagai individu yang mandiri. (MARINI/j)









