BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, nihil penderita HIV/AIDS. Berdasarkan hasil pemeriksaan melalui sistem pengambilan sample darah atau Voluntary Counseling Test (VCT) sepanjang 2016 yang dilakukan secara acak (random), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lamandau memastikan tidak ditemukan adanya penderita virus mematikan itu, di wilayah Bupati Marukan.

Sepanjang 2016, KPA Lamandau telah melaksanakan program pendeteksian dini dengan sistem VCT secara random kepada lebih dari 400 orang. Semuanya merupakan objek sasaran yang memiliki latar belakang dan profesi beraneka ragam, mulai dari kalangan pegawai di instansi pemerintahan hingga karyawan swasta.

"Untuk tahun 2016 ini KPA memang mengadakan berbagai program, salah satunya pendeteksian dini HIV/AIDS dengan sistem pengambilan darah atau VCT. Alhamdulillah, hasilnya nihil alias tidak ditemukan penderita HIV/AIDS di Lamandau," kata Sekretaris KPA Lamandau, Multatuli Elyas, saat dibincangi di Nanga Bulik,  Jumat (9/12/2016).

VCT yang dilakukan sepanjang 2016 dilaksanakan secara random baik waktu maupun tempatnya. Beberapa di antaranya para karyawan di 6 perusahan besar swasta (PBS) di Lamandau, termasuk juga VCT kepada pegawai di enam instansi pemerintahan di Pemkab Lamandau. Termasuk beberapa spot warung remang-remang yang terindikasi menyediakan jasa pelayan plus-plus.

Selain VCT, KPA Lamandau juga mengaku kerap melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran penyakit mematikan itu. Misalnya dengan menggelar sosialisasi tatap muka yang khusus membahas tentang bahaya dan upaya pencegahan menularan virus HIV Aids di semua kalangan, mulai dari para pelajar hingga masyarakat umum.

"Adapun sari 400 orang lebih yang kita ambil sample darahnya, kita pastikan semuanya negatif HIV Aids," tegasnya.

Selebihnya, Multatuli juga menyatakan bahwa untuk program 2017 mendatang, KPA Lamandau juga akan melakukan sejumlah upaya untuk mencegah menyebaran virus HIV/Aids, musalnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat beresiko tinggi terinveksi virus HIV/Aids, tak terkecuali program-sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS kepada kalangan pelajar baik SLTP maupun SLTA.

Dengan harapan, calon generasi Lamandau ke depan dapat melakukan pencegahan dini dan turut aktif mengampanyekan tentang bahaya penyakit kelamin tersebut, tandasnya. (HENDI NURFALAH/N).