PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Penangkapan terduga pelaku pembunuhan di Desa Olung Siron, Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah, ramai beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan menyita perhatian publik karena proses penangkapan berlangsung cukup dramatis.

Dalam unggahan yang beredar, seorang warga setempat bernama Yatno menyebutkan dugaan sementara bahwa pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan warga, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

“Dugaan sementara pelakunya mengalami gangguan kejiwaan, sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia,” tulis Yatno dalam unggahan pribadinya yang turut menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia (MD).

Dari sejumlah video yang diunggah warga, tampak proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan. Terduga pelaku terlihat memegang senjata tajam dan sempat bersembunyi di dalam rumah, sehingga menyulitkan petugas dan warga yang berupaya mengamankannya.

Dalam video tersebut juga terlihat beberapa pihak terlibat dalam proses penangkapan, mulai dari warga sekitar, aparat kepolisian, hingga Babinsa. Upaya persuasif dilakukan cukup lama karena pelaku masih memegang senjata tajam dan menunjukkan perlawanan.

Setelah beberapa saat, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan terduga pelaku. Berdasarkan rekaman yang beredar, dua orang terlihat memegang dan membawa pelaku keluar dari lokasi untuk selanjutnya diamankan.

Sementara itu, terkait kronologi lengkap kejadian, identitas korban, serta identitas resmi terduga pelaku, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Jumat malam, 16 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.

Informasi lain yang belum terkonfirmasi menyebutkan korban diduga dikejar di depan rumah sebelum akhirnya ditebas dengan senjata tajam. Namun, kebenaran informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi. Pihak kepolisian hingga saat ini belum merilis keterangan terkait motif, kondisi kejiwaan pelaku, maupun kronologi pasti kejadian tersebut. (SABRIANOOR/j)