BORNEONEWS, Sampit – Beruang madu dilaporkan merusak pondok di area perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Bahkan, sejumlah bahan pangan seperti gula dan minyak goreng yang disimpan di pondok turut diambil oleh satwa dilindungi tersebut.
"Laporan terkait kemunculan dan gangguan beruang madu itu kami terima pada Kamis, 15 Januari 2026. Lokasinya berada di wilayah Desa Lampuyang," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Minggu, 18 Januari 2026.
Meski telah menerima laporan dari masyarakat, BKSDA Sampit hingga saat ini belum dapat melakukan pemasangan perangkap di lokasi kejadian. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah perangkap beruang yang tersedia.
"Untuk pemasangan perangkap di Desa Lampuyang belum bisa kami lakukan karena saat ini kami hanya memiliki dua unit perangkap beruang," tambahnya.
Ia merinci, satu unit perangkap berukuran besar masih terpasang di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, sementara satu unit lainnya yang berukuran lebih kecil saat ini digunakan di Kecamatan Baamang.
"Dengan kondisi tersebut, sementara belum ada perangkap yang bisa dialihkan ke Desa Lampuyang," ujar Muriansyah.
Sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut, dirinya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu konflik langsung dengan satwa liar. Warga juga diminta untuk tidak mendekati lokasi kemunculan beruang madu demi keselamatan bersama. (DEWI PATMALASARI/Y)









