BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menitipkan harapan besar kepada pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) IX Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Tahun 2026 agar mampu memperkuat peran organisasi dalam sistem komunikasi nasional, khususnya di tengah tantangan era digital.
Harapan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, saat membuka Munas IX RAPI 2026 secara virtual di Aula Serbaguna Antakusuma, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu 18 Januari 2026.
Dalam pesannya, Komdigi menekankan bahwa Munas tidak sekadar forum pengambilan keputusan organisasi, melainkan momentum strategis untuk melahirkan semangat baru dalam pengabdian, memperluas jejaring, serta memperdalam kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, RAPI memiliki posisi penting sebagai bagian dari cadangan komunikasi nasional yang berperan mendukung layanan komunikasi masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan. Karena itu, penguatan kapasitas organisasi dan regenerasi menjadi hal yang krusial untuk keberlanjutan peran tersebut.
Munas IX RAPI 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 17–18 Januari 2026. Salah satu agenda penting dalam forum nasional ini adalah pemilihan Ketua Umum RAPI periode selanjutnya.
Sekretaris Umum RAPI Nasional, Edward Mias, menyambut baik pesan dan harapan yang disampaikan Komdigi. Ia menilai dukungan pemerintah menjadi energi penting bagi RAPI untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Ia berharap Munas kali ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan positif yang tidak hanya berdampak bagi organisasi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Menurutnya, keberadaan RAPI harus selalu berpijak pada nilai pengabdian sosial.
Edward juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga eksistensi radio komunikasi. Ia mengajak generasi muda untuk memahami bahwa radio komunikasi merupakan bagian dari sistem cadangan komunikasi nasional yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan. (SITI AKOBAH/Y)









