BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendorong agar keterlibatan investor dalam pengembangan sektor pariwisata tidak hanya fokus pada peningkatan daya tarik daerah dan penggerak ekonomi lokal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap langkah pengembangan pariwisata dengan dukungan investor dapat meningkatkan daya tarik daerah, menggerakkan ekonomi lokal, dan yang tidak kalah pentingnya memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tegas Rana, Minggu, 18 Januari 2026.
Menurutnya, potensi pariwisata Palangka Raya yang melimpah, mulai dari ekowisata hutan tropis hingga budaya khas suku Dayak, memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan yang merata.
Rana Muthia menjelaskan bahwa beberapa bentuk manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat sekitar antara lain terbukanya lapangan kerja, kesempatan untuk memasarkan produk UMKM lokal, serta partisipasi dalam pengelolaan objek wisata.
Ia mencontohkan bagaimana pengembangan objek wisata tertentu dapat mengangkat produk kerajinan tangan, makanan khas, serta jasa pemandu wisata dari masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga melestarikan budaya daerah.
Untuk mewujudkannya, anggota DPRD ini mengusulkan agar pemerintah kota membuat peraturan yang jelas mengenai keterlibatan masyarakat dalam proyek pariwisata yang melibatkan investor.
Beberapa poin yang diusulkan antara lain penetapan kuota lapangan kerja bagi penduduk lokal, kewajiban menggunakan produk dalam negeri terutama dari daerah sekitar, serta pembagian sebagian keuntungan untuk pembangunan infrastruktur desa atau kelurahan sekitar lokasi wisata.
Rana Muthia berharap, dengan adanya panduan yang jelas, investor akan lebih mudah untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan menciptakan ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan.
Selain itu, Rana Muthia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat sekitar agar mereka siap untuk berpartisipasi dalam sektor pariwisata.
Ia mengusulkan agar pemerintah kota bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan pelatihan tentang keterampilan yang dibutuhkan, seperti pelayanan pelanggan, manajemen usaha kecil, serta konservasi lingkungan.
"Dengan demikian, pengembangan pariwisata di Palangka Raya dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang luas," pungkasnya. (MARINI/y)









