BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, mengingatkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi kota yang tinggi tidak dapat dipisahkan dari dinamika pertumbuhan penduduk.
Hal ini disampaikannya usai angka pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya tahun 2025 tercatat mencapai 6,82 persen, yang berada di atas rata-rata nasional.
Menurutnya, kedua aspek ini memiliki keterkaitan erat dan saling memengaruhi dalam pembangunan daerah.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk,” tegas Subandi, Minggu, 18 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk yang sehat dapat menjadi motor penggerak ekonomi, karena meningkatkan daya beli dan jumlah tenaga kerja yang produktif.
Sebaliknya, ekonomi yang tumbuh juga akan menarik masuknya penduduk baru yang mencari peluang kerja dan usaha.
Subandi menambahkan bahwa, kehadiran penduduk baru juga berkontribusi pada peningkatan permintaan barang dan jasa di daerah.
Namun demikian, Subandi juga mengingatkan akan tantangan yang muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang cepat.
"Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain ketersediaan infrastruktur dasar seperti perumahan layak, akses air bersih, serta sarana transportasi yang memadai. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi penting agar pertumbuhan penduduk dapat benar-benar memberikan kontribusi positif bagi perekonomian," jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD Palangka Raya telah menyusun beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah kota. Di antaranya adalah perluasan pembangunan perumahan rakyat, peningkatan akses pendidikan dan pelatihan kerja, serta penguatan sistem transportasi publik.
Subandi menegaskan bahwa semua langkah ini harus diselaraskan agar pertumbuhan ekonomi dan penduduk dapat berjalan sejalan dan berkelanjutan.
"Rencana kerja sama dengan berbagai pihak juga sedang digalakkan untuk mengoptimalkan sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan penduduk. Kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk pengembangan tenaga kerja berkualitas, serta kerja sama dengan pelaku usaha untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja menjadi fokus utama," bebernya.
Subandi berharap, dengan perencanaan yang matang, Palangka Raya dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menyelaraskan kedua aspek penting ini untuk kemajuan bersama. (MARINI/H)









