BORNEONEWS, Palangka Raya - Selain memantau potensi karhutla untuk musim kemarau mendatang, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton, mengungkapkan bahwa pihaknya juga terus menyoroti potensi terjadinya banjir rob yang dapat berulang setiap bulan, terutama ketika memasuki fase bulan purnama.
Menurut Anton, banjir rob merupakan fenomena pasang surut air laut yang ekstrem yang dapat menyebabkan genangan air di wilayah pesisir dan dataran rendah di Kalimantan Tengah.
"Fenomena ini dipengaruhi oleh gaya tarik bulan dan matahari, sehingga cenderung terjadi dengan pola yang teratur dan seringkali mencapai puncaknya saat fase bulan purnama maupun bulan baru," katanya, Minggu, 18 Januari 2026.
Anton menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Kalimantan Tengah yang berada di sepanjang pantai dan sekitar sungai besar seperti Sungai Kahayan dan Sungai Barito berisiko lebih tinggi mengalami banjir rob.
Bahkan di beberapa titik, genangan air akibat rob dapat mencapai ketinggian yang cukup signifikan dan berdampak pada aktivitas masyarakat sehari-hari serta sektor pertanian di kawasan tersebut.
Pihak BMKG telah melakukan pemantauan secara berkala terhadap ketinggian pasang surut air laut dan debit sungai untuk memprediksi kemunculan banjir rob.
"Data yang dikumpulkan dari stasiun pengamatan pasang surut yang tersebar di berbagai lokasi strategis digunakan untuk membuat prakiraan waktu dan tinggi rob, sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang terkena dampak," bebernya.
Selain memberikan informasi prakiraan, BMKG juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah mitigasi.
Di antaranya adalah penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai waktu terjadinya rob agar dapat melakukan persiapan, serta pemeliharaan terhadap saluran drainase agar air dapat mengalir dengan lancar dan mengurangi risiko genangan yang berkepanjangan.
Anton mengingatkan bahwa meskipun banjir rob merupakan fenomena alami yang sulit dihindari, dampaknya dapat diminimalkan dengan mengetahui informasi secara tepat waktu dan melakukan antisipasi yang tepat. (MARINI/H)









