PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Manajer Pusdalops BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menyatakan bahwa intensitas cuaca panas yang tinggi dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius, disertai minimnya curah hujan, telah membuat kondisi lahan di sebagian besar wilayah kota menjadi sangat kering. 

Kondisi ini semakin diperparah dengan kelembaban udara yang rendah, sehingga api memiliki potensi untuk dengan mudah menjalar ke area yang lebih luas.

Menurut Balap Sipet, kombinasi faktor cuaca tersebut menjadi pemicu utama meningkatnya jumlah titik api yang terdeteksi di beberapa Kecamatan seperti Bukit Batu, Pahandut, Jekan Raya, dan Sebangau. 

"Meskipun kebakaran yang terjadi sejauh ini masih berskala kecil, kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran api membuat pihaknya harus lebih ekstra hati-hati dalam mengantisipasi kemungkinan kejadian yang lebih besar," katanya, Minggu 18 Januari 2026.

Balap Sipet menjelaskan bahwa suhu udara yang mencapai 34 derajat Celsius telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, sementara curah hujan di wilayah Kota Palangka Raya hanya tercatat dalam jumlah sangat minim bahkan tidak ada sama sekali di beberapa titik. 

"Kelembaban udara yang rendah juga membuat vegetasi dan bahan organik di permukaan tanah cepat mengering dan menjadi bahan bakar yang mudah terbakar," tambahnya.

Menanggapi situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, BPBD Kota Palangka Raya telah mengambil langkah konkret dengan meningkatkan frekuensi patroli di kawasan-kawasan yang dinilai rawan kebakaran. 

Kawasan tersebut meliputi lahan terbuka, kawasan hutan lindung perbatasan pemukiman, area lahan gambut, serta lokasi yang pernah menjadi titik api sebelumnya.

Selain meningkatkan patroli, pihak BPBD juga telah mengerahkan tim siaga yang siap siaga 24 jam untuk menanggapi setiap laporan kebakaran dengan cepat.

"Sarana dan prasarana pemadam kebakaran juga telah diperiksa dan dipersiapkan secara menyeluruh, termasuk mobil pemadam, alat pemadam manual, serta alat berat untuk membuat jalur pemisah agar api tidak menyebar lebih jauh,"tuturnya.

Balap Sipet kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kehati-hatian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, seperti membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, atau merokok di area terbuka yang memiliki banyak bahan mudah terbakar. (MARINI/H)