BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja Bank Umum di wilayah ini mengalami pertumbuhan positif pada posisi November 2025 dibandingkan dengan November 2024.
Pertumbuhan tersebut tercermin dari sejumlah indikator utama yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa aset Bank Umum meningkat sebesar 20,76 persen year-on-year (yoy). Nilai aset yang sebelumnya Rp85,48 triliun pada November 2024, naik menjadi Rp103,23 triliun pada November 2025, atau bertambah Rp17,75 triliun.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya penguatan fundamental sektor perbankan di Kalimantan Tengah,” kata Primandanu pada Minggu, 18 Januari 2026.
Menurut Primandanu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor jasa keuangan di daerah tetap stabil meski dihadapkan pada dinamika perekonomian global. Ia menekankan bahwa pertumbuhan aset bank umum tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, tetapi juga memperlihatkan peran aktif perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.
OJK Kalteng, lanjutnya, terus mendorong perbankan untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif dan terjangkau. Dengan demikian, masyarakat di berbagai lapisan, termasuk di pelosok daerah, dapat memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan sektor perbankan juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Primandanu.
Selain itu, OJK Kalteng berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan sektor perbankan dapat sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.
Primandanu menegaskan bahwa OJK Kalteng akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
“Dengan ekosistem keuangan yang sehat, aman, dan terpercaya, sektor perbankan akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









