PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Sumatera Utara melalui Tim Pengabdian Masyarakat Program Equity menginisiasi Focus Group Discussion atau FGD di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat menuju desa mandiri dan produktif.

Tim yang diketuai oleh Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU, bersama sejumlah akademisi lainnya, menghadirkan ruang dialog antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Forum ini bertujuan menyelaraskan hasil pengabdian masyarakat dengan rencana pembangunan embung berbasis partisipasi warga,“ kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dalam diskusi, para akademisi menekankan pentingnya pendekatan partisipatif. Pembangunan embung tidak hanya dilihat sebagai proyek fisik, tetapi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

“Salah satu rekomendasi utama adalah pengadaan pompa air dan jaringan pipa distribusi,“ katanya.
Menurut tim akademisi, sarana ini merupakan bagian integral dari sistem pengelolaan air desa, sehingga embung dapat berfungsi optimal.

Akademisi juga menekankan bahwa hasil FGD akan dijadikan rekomendasi teknis dalam perencanaan pembangunan embung. Dengan demikian, masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.

“Melalui sinergi ini, Desa Habeahan diharapkan menjadi model desa tangguh air dan lingkungan,“ katanya.

Universitas Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan desa mandiri berbasis kebutuhan nyata di lapangan. (TESTI PRISCILLA/H)