BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi meminta komite sekolah tidak membebani orangtua siswa dengan berbagai pungutan. Apalagi jika pungutan itu diwajibkan untuk semua siswa termasuk siswa kurang mampu.

“Saya meminta Komite Sekolah tidak membebani orangtua siswa dengan berbagai pungutan. Jika diperlukan, saya menyarankan sekolah memberlakukan sistem subsidi silang agar siswa dari keluarga tidak mampu bisa bersekolah secara gratis,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, di Sampit, Jumat (9/12/2016).

Hampir setiap tahun pelajaran baru, persoalan iuran atau uang komite sekolah menjadi permasalahan yang mencuat di dunia pendidikan. Besarnya uang komite seringkali dikeluhkan oleh orangtua siswa karena nilainya tidak kecil sehingga membebani siswa.

Tingginya biaya pendidikan menjadi penyebab banyak anak putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu menyediakan biaya. Masalah ini akan menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Masih tingginya angka putus sekolah di daerah kita ini kebanyakan karena faktor ekonomi. Biaya tinggi saat tahun ajaran baru sangat memberatkan. Makanya saya perintahkan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi masalah ini,” kata orang nomor satu di Kotim itu.

Supian meminta masalah ini menjadi perhatian serius. Dia ingin angka putus sekolah bisa ditekan sekecil mungkin, khususnya untuk jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat karena merupakan tingkat pendidikan dasar yang sangat penting bagi anak.

Dinas Pendidikan diminta mengoptimalkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang dananya bersumber dari daerah. Dana itu diharapkan bisa menanggung biaya pendidikan siswa tidak mampu sehingga mereka bisa sekolah gratis.

“Saya berharap mulai 2017 ada sekolah yang benar-benar gratis. Misalnya siswa dari keluarga tidak mampu, maka bisa sekolah gratis dan mendapatkan buku, baju, tas, sepatu dan lainnya secara gratis pula,” katanya.

Sektor pendidikan merupakan satu dari sembilan program prioritas pemerintah daerah. Sebagai program prioritas tentu, mengharapkan hasil yang maksimal, baik peningkatan sumber daya manusia maupun menjamin semua anak usia sekolah bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA. (FI)