SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda dan keamanan daerah.

"Kami siap mendukung penuh Polres dan BNNK Kotim. Kami tidak ingin masyarakat Kotim terus terjerat narkoba yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus," kata Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Senin, 19 Januari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring langkah BNNK Kotim bersama lintas sektor, seperti Polres, Pemerintah Kabupaten Kotim, DPRD, Kodim, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat, dalam melakukan pemulihan kawasan rawan narkoba.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di belakang eks Gedung Bioskop Golden Theater, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Lokasi tersebut diketahui tidak jauh dari Markas Kodim 1015 Sampit.

Menurut Dwi Candra, langkah kolaboratif yang dilakukan tim gabungan merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberantas peredaran narkoba dan memulihkan lingkungan masyarakat dari pengaruh barang terlarang.

"Semua pihak yang terlibat memiliki tujuan yang sama, yaitu membersihkan kawasan ini dari narkoba. Bahkan harapannya bukan hanya wilayah tertentu, tetapi seluruh Kotim bisa terbebas dari narkoba," tambahnya.

Ia mengatakan, persoalan narkoba kerap menjadi akar berbagai permasalahan sosial, baik di lingkungan masyarakat maupun di kawasan perkebunan. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan pengguna, tetapi juga pada stabilitas keamanan dan ketertiban umum.

"Narkoba sering menjadi pemicu tindak kriminal, seperti pencurian hingga kekerasan. Jika ini dibiarkan, dampaknya akan sangat luas," ujarnya.

Ia mengingatkan, sejarah telah membuktikan betapa berbahayanya narkoba bagi suatu bangsa. Ia mencontohkan peristiwa perang candu di Tiongkok pada abad ke-19, yang menunjukkan bahwa sebuah negara bisa dihancurkan tanpa kekuatan militer, melainkan melalui candu.

"Untuk menghancurkan sebuah bangsa, tidak perlu pasukan yang kuat. Cukup dengan narkoba yang membuat candu, maka generasi akan rusak," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat agar berani berperan aktif dengan memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Partisipasi warga dinilai sangat penting dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba.

"Jika memilih diam, maka bersiaplah menghadapi rusaknya generasi ke depan. Sampaikan informasi yang perlu disampaikan agar kita bisa mencegahnya sejak dini," imbuhnya.

Ia pun memberikan peringatan tegas kepada para pelaku peredaran narkoba agar segera menghentikan aktivitasnya. Menurutnya, tindakan hukum akan menjadi langkah terakhir apabila peringatan dan upaya persuasif tidak diindahkan.

"Langkah hari ini adalah awal. Kami harap masyarakat menjauhi narkoba. Namun jika peringatan tidak dihiraukan, maka penindakan hukum akan menjadi pilihan terakhir," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)