SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menerima tiga laporan kemunculan orangutan di Kabupaten Kotawaringin Timur awal 2026.

Kemunculan satwa dilindungi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah titik yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat.

Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengungkapkan, laporan pertama berasal dari kawasan Jalan Ir Soekarno. Laporan kedua diterima dari wilayah Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 29, sementara laporan ketiga datang dari wilayah Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi.

"Total ada tiga laporan terkait kemunculan orangutan yang masuk ke kami di awal tahun ini," ujar Muriansyah, Senin, 19 Januari 2026.

Lokasi di Jalan Soekarno dan Desa Kandan sejatinya bukan wilayah baru. Pada tahun lalu, BKSDA telah melakukan observasi di dua lokasi tersebut. Namun, saat dilakukan pemantauan, keberadaan orangutan tidak berhasil ditemukan.

Muriansyah menduga orangutan yang dilaporkan muncul pada awal 2026 ini merupakan individu yang sama dengan laporan tahun sebelumnya.

Dugaan tersebut didasarkan pada perilaku alami orangutan yang cenderung kembali ke lokasi yang pernah didatangi, sebelum akhirnya berpindah ke area lain.

"Perilaku orangutan memang seperti itu. Mereka bisa kembali ke tempat yang pernah disinggahi, lalu berpindah lagi ke wilayah lain," katanya.

Muriansyah menambahkan, terkait tiga laporan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan para pelapor.

Dirinya meminta masyarakat agar segera memberikan informasi lanjutan apabila orangutan kembali terlihat di sekitar permukiman atau kebun warga.

"Kami sudah menghubungi pelapor dan meminta agar segera melapor kembali jika orangutan muncul lagi. Agar kami bisa melakukan langkah penanganan dan pencegahan konflik satwa-manusia," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)