BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan pengembangan kawasan wisata Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi dapat diselesaikan paling lambat pada tahun 2029.
Proyek ini menjadi salah satu dari 14 program strategis yang dicanangkan Bupati Kotim Halikinnor.
"Kami berharap proyek strategis pengembangan wisata Pulau Hanibung ini bisa terwujud sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim Alang Arianto, Senin, 19 Januari 2026.
Pulau Hanibung diproyeksikan sebagai destinasi wisata unggulan baru yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang lapangan kerja, serta memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi lokal dan kearifan daerah.
Ia menjelaskan, meskipun secara teknis pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata berada di bawah kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, namun realisasi proyek ini membutuhkan keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
"Pengembangan Pulau Hanibung tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi seluruh OPD agar pelaksanaannya terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujarnya.
Bapperida Kotim memegang peran penting dalam mendukung proyek tersebut, khususnya dalam penyusunan dokumen perencanaan jangka panjang. Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah menyiapkan master plan pengembangan Pulau Hanibung.
Master plan tersebut nantinya akan menjadi acuan bersama bagi OPD terkait, calon investor, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan kawasan wisata secara terarah.
"Penyusunan master plan ini menjadi tugas penting Bapperida agar arah pengembangan Pulau Hanibung jelas, mulai dari konsep dasar, tahapan pembangunan, hingga integrasi dengan rencana pembangunan daerah," tambahnya.
Alang mengatakan, keberadaan master plan sangat krusial untuk mencegah pengembangan yang bersifat parsial atau tidak berkesinambungan.
Dengan perencanaan yang matang, setiap OPD dapat berkontribusi sesuai tugas dan fungsinya, baik dari aspek infrastruktur, pelestarian lingkungan, promosi pariwisata, pemberdayaan masyarakat, maupun dukungan regulasi.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kotim juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan lingkungan. P
ulau Hanibung diharapkan berkembang sebagai kawasan wisata yang ramah lingkungan serta mengedepankan kearifan lokal.
"Jika direncanakan secara matang sejak awal, Pulau Hanibung tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga ikon pariwisata Kotim yang berkelanjutan dan membanggakan," pungkas Alang. (DEWI PATMALASARI/R)









