BORNEONEWS, Sampit - Angin kencang dan hujan deras yang terjadi pada Kamis (8/12/2016) tidak hanya merobohkan satu bangunan walet dan sejumlah pohon tumbang. Namun juga membuat sebuah kapal yang sedang tambat di tengah Sungai Mentaya terdampar ketepi, hingga menghantam lanting dan jembatan warga, bahkan satu speed boad juga tenggelam, di Mentaya Sebrang, Kecamatan Seranau, Kotim. 

“Sebuah speed boad tenggelam dan lanting serta jembatan milik warga itu rusak akibat dihantam kapal KSK 1 milik Pelayaran Fajar tersebut,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Polair AKP Andreas, Jumat (9/12/2016).

Untuk lanting, jembatan, dan speed boad itu merupakan milik Amat Kosasi, 51, warga Mentaya Sebrang, Kecamatan Seranau, Kotim. Ia meminta kepada pihak pelayaran agar melakukan ganti rugi atas kejadian tersebut. 

Mendapati hal ini, polisi langsung menengahi kasus itu, dan pihak pelayaran mau melakukan pertanggungjawaban dengan mengganti rugi semua kerusakan. 

“Pihak pelayaran siap bertanggung jawab, dan mereka juga sudah membuat surat pernyataan atas hal itu,” ungkap Andreas. 

Dalam kejadian itu, Andreas mengatakan bahwa tidak ada korban, baik itu yag luka ringan, berat, maupun meninggal dunia. Hanya saja korban mengalami kerugian materil akibat speed boad dan lanting miliknya rusak parah. (M HAMIM/m)