BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ramadhansyah, mengungkapkan pentingnya pembentukan asosiasi bagi pembudidaya sarang burung walet sebagai upaya meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.
“Saya sudah komunikasi dengan Kadin bagaimana mereka membentuk asosiasi pembudidaya walet, sehingga asosiasi itu nanti dapat mengedukasi budidaya walet yang benar," katanya, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa asosiasi tersebut akan menjadi pusat edukasi dalam berbagai aspek budidaya. Mulai dari bagaimana agar gedung itu ada burungnya, kemudian memanen dengan benar dan menjaga kualitas sarang.
"Harga sarang burung walet sangat bergantung pada kualitas, sehingga menjaga kualitas menjadi hal yang mutlak," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini ada gedung budidaya yang ternyata tidak berisi burung sementara para wajib pajak tersebut tidak memiliki tempat untuk berkonsultasi.
“Kalau ada asosiasi itu ada tempat mereka berkonsultasi,” tambahnya.
Sehingga perlunya pembinaan bagi wajib pajak agar produksi sarang burung walet mereka dapat meningkat. Dengan begitu PAD dari sektor sarang burung walet dapat tercapai pada tahun ini yaitu sebesar Rp260 juta.
“Kami melakukan komunikasi bagaimana pembinaan terhadap para wajib pajak,” ujar Ramadhansyah.
Dengan keberadaan asosiasi, para pembudidaya walet diharapkan memiliki tempat berkumpul dan saling bertukar informasi untuk meningkatkan produktivitas budidaya.
Pembentukan asosiasi ini juga dinilai strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemungut pajak demi pengelolaan sumber daya yang lebih efektif. (DEVIANA/j)









