BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha distribusi, pengelola pasar tradisional, serta pasar modern guna menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama yang solid dengan seluruh pihak di rantai pasok agar distribusi barang tetap lancar dan kelangkaan dapat dicegah,” ujar Zaini, Senin, 19 Januari 2026.
Dalam kerja sama dengan pengusaha distribusi, Pemko Palangka Raya akan mengoptimalkan rute dan jadwal pengiriman barang. Langkah ini ditujukan agar komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya dapat menjangkau seluruh wilayah kota, termasuk kawasan dengan akses terbatas.
Sementara itu, koordinasi dengan pengelola pasar tradisional difokuskan pada pengelolaan stok dan penataan area penjualan. Selain memastikan ketersediaan barang, Pemko juga akan melakukan pemantauan harga agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ketersediaan stok dan kestabilan harga harus terus dijaga,” tambahnya.
Kerja sama juga diperluas dengan pasar modern yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan. Keberadaan pasar modern diharapkan dapat menjadi penyangga distribusi ketika permintaan masyarakat meningkat tajam.
“Pasar modern turut berkontribusi besar dalam menjaga ketersediaan barang. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa menghindari kekosongan stok di momen penting,” jelas Zaini.
Ia menambahkan, seluruh langkah penguatan kerja sama tersebut akan segera ditindaklanjuti setelah hasil rapat koordinasi disampaikan kepada seluruh pihak terkait. Pemko Palangka Raya berharap sinergi yang terbangun dapat menjaga ketersediaan bapok sekaligus menekan potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
“Harapannya, masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan barang maupun lonjakan harga,” pungkasnya. (MARINI/j)









