BORNEONEWS, Sampit – Perkembangan luas areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan secara konsisten dari tahun 2020 hingga 2024. Data resmi menunjukkan adanya ekspansi bertahap yang menandai pertumbuhan sektor kelapa sawit di wilayah ini.
“Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah dalam publikasi angka 2025, memang mengalami peningkatan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Senin, 19 Januari 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor kelapa sawit menjadi salah satu andalan perekonomian dan pengelolaan lahan di Kotim.
Eddy menjelaskan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit tercatat sebesar 4.594,63 kilometer persegi pada tahun 2020, kemudian mengalami peningkatan menjadi 4.600,31 kilometer persegi pada 2021, dan terus naik menjadi 4.604,12 kilometer persegi pada tahun 2022. Peningkatan lebih lanjut terjadi pada tahun 2023 yakni mencapai 4.613,44 kilometer persegi, dan pada 2024 seluas 4.621,26 kilometer persegi.
“Luas yang tercatat itu adalah luas dari perkebunan besar negara, swasta, dan perkebunan rakyat,” imbuhnya.
Lebih jauh, Eddy memaparkan jika dilihat dari data tersebut, selama lima tahun terakhir luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan yang stabil. Meskipun pertumbuhannya tampak moderat setiap tahun, konsistensi ini menunjukkan bahwa sektor sawit terus berkembang tanpa adanya pengurangan area.
Peningkatan luas perkebunan kelapa sawit ini juga memberikan dampak signifikan terhadap lapangan kerja dan perekonomian lokal. Namun, Eddy juga menekankan pentingnya pengelolaan perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Pengembangan sektor ini harus tetap diimbangi dengan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan agar dampak sosial dan lingkungan dapat diminimalisir,” tambahnya.
Dengan demikian, data tersebut menegaskan bahwa kelapa sawit tetap menjadi sektor strategis yang memberi kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Pemerintah daerah bersama stakeholder terkait terus mendorong optimalisasi pengelolaan yang bertanggung jawab agar pertumbuhan dapat berlangsung dengan seimbang dan berkelanjutan. (DEVIANA/j)









