PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Banjir masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani kacang tanah di Kota Palangka Raya. Kondisi ini kerap mengganggu produktivitas pertanian, terutama di wilayah-wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat bantaran sungai.

Anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi, mengatakan lahan pertanian kacang tanah di sejumlah kawasan produktif rawan terdampak genangan air, baik akibat luapan sungai maupun tingginya curah hujan saat musim hujan.

“Sebagian besar lahan kacang tanah berada di daerah rendah. Ketika hujan deras atau sungai meluap, lahan mudah tergenang dan ini sangat berisiko bagi tanaman,” ujar Sumadi, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menjelaskan, banjir dapat menyebabkan tanaman kacang tanah gagal tumbuh optimal, bahkan berujung pada gagal panen. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan petani.

Tak hanya menurunkan hasil panen, genangan air yang berlangsung lama juga memengaruhi kualitas kacang tanah. Sumadi menyebut tanaman yang terendam berpotensi mengalami pembusukan akar dan serangan penyakit, sehingga hasil panen sulit bersaing di pasaran.

“Kualitas kacang tanah bisa menurun drastis karena tanaman rentan busuk dan terserang penyakit saat terlalu lama tergenang,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sumadi mendorong adanya kerja sama antara pemerintah kota dan pihak terkait guna mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain perbaikan sistem drainase di lahan pertanian, pembangunan tanggul sederhana, serta pendampingan teknis kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap banjir.

Selain itu, ia menilai perlu dilakukan pemetaan ulang lahan pertanian yang sesuai untuk budidaya kacang tanah agar petani tidak lagi menanam di kawasan rawan banjir.

“Penentuan lokasi tanam yang tepat sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian,” katanya.

Sumadi juga berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan tambahan berupa asuransi pertanian bagi petani kacang tanah, sehingga kerugian akibat banjir atau bencana alam lainnya dapat ditekan.

“Dukungan yang menyeluruh sangat dibutuhkan agar petani kacang tanah bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” pungkas Sumadi. (MARINI/j)