BORNEONEWS, Sampit – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim menunjukkan tren kenaikan kunjungan wisatawan yang menggembirakan, didukung oleh berbagai destinasi dan fasilitas pendukung pariwisata di daerah tersebut.
"Data bersumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur, " kata Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, Senin, 19 Januari 2026.
Ia mengungkapkan berdasarkan data itu jumlah wisatawan ke Kotim dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, namun secara umum tren menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2014 tercatat 60.456 orang, meningkat secara bertahap hingga 126.615 orang pada tahun 2017.
Meski terjadi penurunan pada tahun 2018 menjadi 89.178 orang, kunjungan wisatawan kembali melonjak tajam pada tahun 2019 sebanyak 241.718 orang. Pada tahun-tahun berikutnya, yakni 2020 dan 2021, jumlah wisatawan masing-masing mencapai 214.370 dan 238.795 orang.
“Lonjakan besar terjadi pada tahun 2022 dengan 498.200 wisatawan yang datang, dan terus meningkat pada 2023 sebanyak 604.769 orang serta pada 2024 mencapai 606.541 orang,” lanjut Eddy.
Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan ini tidak lepas dari dukungan pariwisata yang ada di Kotim. Destinasi seperti Pantai Ujung Pandaran yang dikelola oleh pihak swasta dari tahun ke tahun semakin baik dan menawarkan berbagai vila dengan pemandangan pantai yang indah, sehingga menjadi daya tarik utama.
Selain itu, tempat bersejarah seperti Museum Kayu juga turut memperkaya pilihan wisata bagi pengunjung.
Selain obyek wisata, fasilitas pendukung pun semakin memadai dengan tercatat sebanyak 99 penginapan yang nyaman tersebar di Kotim.
“Adanya penginapan yang memadai dan nyaman tentu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sehingga meningkatkan lama tinggal dan kunjungan ulang ke daerah ini,” kata Eddy.
Peningkatan ini juga menunjukkan adanya potensi besar yang bisa dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah bersama pelaku usaha pariwisata. Pengembangan fasilitas, promosi wisata, dan pelestarian budaya lokal menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Dengan capaian tersebut, Kotim terus berupaya memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif. (DEVIANA/j)









