BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya Arif M Norkim menyatakan bahwa tanaman ilung (eceng gondok) dan teratai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kerajinan tangan asli Palangka Raya.
Menurut Arif M Norkim, tanaman ilung yang tumbuh melimpah di kawasan rawa dan perairan di Palangka Raya kerap dianggap sebagai tanaman liar yang tidak berguna.
Namun, seperti yang telah terbukti di beberapa daerah di Kalimantan Selatan, ilung dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan seperti tas, dompet, aksesori, dan dekorasi dengan nilai estetika tinggi.
"Kita bisa belajar dari keberhasilan pengolahan ilung di luar daerah dan mengembangkannya menjadi produk khas kita sendiri," ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.
Untuk tanaman teratai, Arif menjelaskan bahwa seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan, termasuk untuk kerajinan tangan. Bunga kering dan daun teratai bisa dijadikan dekorasi alami, sedangkan biji dan batangnya dapat diolah menjadi aksesoris atau souvenir unik. Selain itu, teratai juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Kalimantan, sehingga produk kerajinan dari tanaman ini dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya lokal.
Arif menambahkan bahwa pengembangan kerajinan dari ilung dan teratai tidak hanya dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat, terutama kaum perempuan dan kelompok usaha kecil, tetapi juga dapat mengurangi masalah lingkungan akibat penumpukan tanaman liar.
"Dengan mengolah ilung dan teratai menjadi produk bernilai jual, kita sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan di Palangka Raya," jelasnya.
Untuk mewujudkan hal ini, Arif mengajak pemerintah kota, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian untuk bekerja sama dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknik pengolahan ilung dan teratai menjadi kerajinan. Ia juga menyarankan agar dilakukan pendaftaran merek produk agar dapat dilindungi sebagai kerajinan tangan asli Palangka Raya.
"Potensi ini harus segera digarap agar tidak tertinggal oleh daerah lain. Dengan dukungan yang tepat, kerajinan dari ilung dan teratai bisa menjadi ikon baru Palangka Raya yang dikenal di seluruh Indonesia," tegas Arif.
Ia berharap dengan adanya produk kerajinan baru ini, wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya akan memiliki pilihan oleh-oleh khas yang lebih beragam dan bermakna. (MARINI/H)









