BORNEONEWS, Jakarta - Juara dunia kelas berat (101,6 kg) WBA, WBC, dan IBF Oleksandr Usyk mengajukan syarat utama agar laga trilogi tinju melawan Tyson Fury dapat terwujud yakni pertarungan tersebut harus kembali memperebutkan status juara dunia tak terbantahkan.
"Kenapa tidak. Namun hanya jika pertarungan itu kembali memperebutkan status juara tak terbantahkan," kata Oleksandr Usyk tentang kemungkinan laga ulang melawan Fury sebagaimana laporan Talk Sport yang dikutip di Jakarta, Senin.
Usyk menjadi petinju pertama yang mampu mengalahkan Fury dalam karier profesionalnya setelah memenangkan dua pertarungan beruntun pada 2024.
Pertemuan pertama yang berlangsung pada Mei 2024 berjalan ketat dan ditentukan oleh knockdown (KO) Usyk pada ronde kesembilan, yang mengantarkannya meraih kemenangan melalui keputusan terbelah.
Pada duel ulang yang digelar tujuh bulan kemudian, petinju asal Ukraina tersebut kembali menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan Fury lewat keputusan mutlak.
Kekalahan beruntun itu sempat membuat Fury mengumumkan pensiun dari dunia tinju. Namun, petinju asal Inggris tersebut kemudian mencabut keputusan itu dan menyatakan keinginannya untuk membalas kekalahan dari Usyk.
Meski saat ini fokus pada rencana pertarungan bernilai besar melawan rival lama Fury yaitu Deontay Wilder, Usyk yang tak terkalahkan dengan 24 kemenangan (15 KO) menyatakan tetap membuka peluang untuk menghadapi Fury untuk ketiga kalinya.
Usyk diketahui baru saja melepas statusnya sebagai juara dunia kelas berat tak terbantahkan setelah mengosongkan sabuk World Boxing Organization (WBO).
WBO sebelumnya memerintahkan Usyk untuk mempertahankan sabuk tersebut melawan juara interim, Fabio Wardley, namun keputusan Usyk melepas gelar membuat WBO menobatkan Wardley sebagai juara penuh.
ANTARA









