SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Layanan bus perintis Damri di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperluas rute layanan wilayah utara.

Jika sebelumnya hanya melayani rute Sampit–Parenggean, kini trayek tersebut diperpanjang hingga Telaga Antang, guna meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah utara Kotim.

"Mulai kontraknya itu tanggal 8 Januari, tapi karena ini bus kiriman dari Cilacap dan masih tahap persiapan, jadi belum bisa langsung beroperasi. Jika tak terkendala hari ini sudah mulai beroperasi," kata Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit Jonnie Erfadieyan Noor, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia mengatakan, kontrak trayek Sampit–Parenggean sebelumnya sempat berakhir, kemudian kembali dilanjutkan dengan perluasan rute hingga Telaga Antang.

Dengan penambahan ini, bus perintis Damri diharapkan semakin membantu mobilitas masyarakat di wilayah utara.

Untuk lokasi pemberhentian atau tempat standby bus di wilayah tujuan, Jonnie menyebutkan masih dalam tahap penentuan.

"Kalau di Parenggean, bus biasanya stay di Desa Bajarau. Untuk Telaga Antang Damri sudah melakukan survei, kemungkinan di kantor desa atau kantor kecamatan," imbuhnya.

Jonnie optimistis potensi penumpang pada rute tersebut cukup besar. Hal tersebut berkaca dari tingginya antusiasme masyarakat saat bus perintis melayani rute Sampit–Parenggean sebelumnya.

"Antusias masyarakat dulu tinggi. Prediksi kami ke Telaga Antang juga cukup besar, karena bus perintis ini meringankan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, penumpang bus perintis Damri umumnya merupakan masyarakat umum yang membutuhkan sarana transportasi dengan biaya terjangkau, dibandingkan menggunakan jasa travel.

"Kalau kemarin yang dari Parenggean itu penumpangnya masyarakat biasa yang memang memanfaatkan fasilitas transportasi, biayanya lebih miring daripada travel," tambahnya.

Seiring dengan bertambahnya jarak tempuh, tarif bus perintis Damri dengan kapasitas 19 seat tersebut juga mengalami penyesuaian.

Jika sebelumnya tarif Sampit–Parenggean sebesar Rp25.000, kini naik menjadi Rp40.000 karena perhitungan dilakukan berdasarkan rute Sampit–Telaga Antang.

"Kalau dulu Sampit–Parenggean Rp25.000, sekarang jadi naik karena dihitung jarak Sampit–Telaga Antang, jadi Rp40.000. Meskipun turun di Parenggean, tetap dihitung per jalur," terang Jonnie.

Selain melayani wilayah utara Kotim, UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit juga mengoperasikan bus perintis Damri untuk wilayah selatan dengan rute Sampit–Samuda–Ujung Pandaran. (DEWI PATMALASARI/R)